Selasa, 23 Maret 2010

Di Zaman Emas...

Hello! Kepada smua pembaca, ini adalah suatu era dimana semua orang tahu dengan apa yang dinamakan INTERNET. Suatu jaringan yang besar dan bisa dibilang raksasa, maksud saya, RAKSASA. Karena semua orang pasti sudah tahu dan akrab dengan kata : FB, Twitter, Youtube, Google, 4Shared, dan berbagai website lainnya.
Yah. Pemirsa, sudah lumrah rasanya kalau kita mengutarakan perasaan di situs Jasos (Jejaring Sosial) melalui status di Twitter atau FB, atau mungkin dengan cara lainnya... Jujur saja, SAYA sering memasang note di FB untuk sekedar melampiaskan kekesalanku kepada hatiku yang takut bicara padanya apa adanya. Ya, memang saya sedikit jaim bila ada dia, tapi diriku bisa dibilang aktif jika hanya ada teman lelaki saja. Jadi, terpaksalah diriku untuk pasif dan menarik hatin ya dengan teka-teki yang tersimpan dalam karya-karyaku ini, baik tulisan, maupun gambar... :)
Hehe, saudara-saudari pembaca, disini saya hanya ingin menyampaikan kalau jiwa yang tertutup di depan "dirinya", mungkin bisa diganti dan tertutupi dengan kata-kata yang membuat pasangan kelepek-kelepek. :) Pokoknya, anda harus memilih diksi yang tepat untuk membuat suatu kalimat yang indah. Kalau saya sendiri, biasanya memilih diksi yang tepat sesuai dengan apa yang sedang hati saya rasakan. Kalau saya sedang susah, sedih, atau bingung 9 keliling, ya saya memilih untuk membuat satu note (entah itu inggris atau indonesia, yang penting tergantung mood) di FB dengan kata-kata yang terkesan "susah". Kalau saya sedang ingin menyatakan cinta namun tidak berani Face to Face, ya lewat note FB yang di tag kepadanya lagi. Tapi, sekarang saya mencoba untuk membuat suatu yang lebih kepadanya daripada note gak jelas di FB, walaupun masih sama (berbentuk tulisan).
Mungkin saya akan beri satu sajak (benarkah?) yang saya buat sendiri dari dalam lubuk hati yang paling dalam.


Jendela Hati
Diriku terasa sendiri...
Ditemani debu-debu yang beterbangan di otakku...
Dan nyamuk-nyamuk yang selalu bermain petak umpet denganku...
Namun tanpa ditemani dirinya...
Diriku terasa kosong...

Tanpanya...
Hati ini terasa hampa...
Seperti kegelapan malam...
Yang sepi akan segala kegelapan hati...
Yang kelabu...
Dan dipenuhi abu kekelabuan...
Yang beradu dengan bulu dari birunya langit biru...
Dan birunya laut biru...


Sungguh membingungkan...
Akan segala kesalahan ini...
Yang kerap kali kuperbuat... 
Akan segala kekosongan ini...
Yang selalu kualami...
Akan segala ketakutan ini...
Yang selalu muncul di saat aku dekat denganmu...


Akankah...
Akankah jendela hati ini akan terbuka?
Menyambut datangnya dirimu dihatiku?
Dan...
Mungkinkah AKU dapat membukanya?


Sebuh pertanyaan yang tak terjawab...
Tak lapuk oleh deruan sang waktu...
Namun...
Aku tetap yakin...
Bahwa roda nasib akan berputar...
Dan membuat diriku membuka hatiku...

Tidak ada komentar: