Senin, 10 Mei 2010

Tinta Hitam...

Rutin selalu aku makan...
Baik gurame, baik mie instant...
Ku tulis dalam kertas putih...
Semua kenyangku...
Semua laparku...
Ku tuliskan dalam gelap...

Terus kupakai sepatuku...
Terus kupakai bajuku...
Namun hampir tak pernah kulihat semuanya...
Sepatuku, bajuku...
Kutuliskan semua dalam kertas buram...
Kucalnya...
Berantakannya...
Kutuliskan kala siang...

Kadang kucari sebuah buku...
Namun buku itu meranggaskan kertasnya...
Ada juga yang dapat ku tulis...
Namun kertas itu beterbangan...
Mengikuti burung merpati...
Namun tak sampai jatuh ke permukaan...

Belum kutemukan buku yang menerima sepenuhnya tulisanku ini...
Tidak sepotong tulisan pun mau diam bersarang dalam buku itu...
Namun potongan-potongan kertas putih dan kertas buram itu...
Diam bertumpu pada meja...
Walaupun kadang kertas putih itu tak dapat ku temukan...
Ku tetap mencari kertas putih itu sebagaimana pun hilangnya kertas itu...

Beberapa jendela terbuka di siang hari...
Namun enggan ku lihat sang mentari...
Beberapa kertas buram pun berserakan di atas meja...
Jarang ku bereskan...
Namun sering kutambah kertas buram itu dengan semua coretan tanpa arti...
Kadang ku tambah dengan tulisan...
Kadang kutampah dengan segala urek-urekan...
Kadang kutambah dengan segala gambar...
Kadang kutambah dengan angka-angka...
Semua itu tertulis dalam kertas buram itu...
Tanpa warna putih pada waktu siang...

Tidak ada komentar: