Terasa sepi di hati...
Terasa pilu di dada...
Terasa pening di Kepala...
Minum Oskadon obatnya...
Walau diriku mencoba tertawa...
Namun di hati pilu terasa...
Walau terkadang hati tersiksa...
Oleh rasa yang dikurung masa...
Diriku tetap diam tak bergeming...
Adakah yang mengerti akan kasih di dunia ini...
Akan segala impian yang selalu dipendam...
Dan akan waktu yang mengurungkan niatku...
Akankah tersampaikan...
Sebuah surat dalam Peti Mayat...
Sebuah titik dan tanda petik...
Yang ada dalam detik-detik lirik yang dipetik...
Dari senar-senar gitar...
Namun...
Impian akan menjadi impian...
Sulit menjadi kenyataan...
Tanpa usaha yang dilakukan...
Namun...
Apa daya jika hati melarang...
Apa daya jika jiwa membantah...
Apa daya jika MAYAT SUDAH MENJADI ABU...
Semua sudah berlalu...
Tapi...
Dapatkah semua ini aku lalui...
Semua ini...
Hanya dirikulah kuncinya...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar