Malam. Masih malam. Kantuk ada dalam pikiran. Belum pergi. Masih bergelut di alam mimpi. Ya. Bermimpi...
Aneh. Aku sendiri. Di suatu ruangan. Mirip dengan ruang kelas yang tidak asing lagi. Di situ aku menulis. Entah menulis apa. Yang kulihat, buku itu tetap kosong walaupun sudah di tulis. Lebih aneh lagi, sekelilingku semua terasa putih. Tak ada warna lain. Hanya kursi yang berwarna oranye. Lalu, ku lihat ada dua orang. Ya, dia, Kevin Lie, atau siapa kah itu, yang penting suaranya mirip dengannya, dan... dia? Hah? Nampaknya mereka sedang berbicara. Tak di sadari, bangku yang kududuki beserta mejanya terasa mendekati mereka, walau aku sebenarnya tak mau mencampuri urusan mereka, tapi, kursi ini melekat dan begitu pun mejanya. Ya, mulai terdengar. Masih samar-samar.
"Eh tahu ga...."
"Ah, masa?..."
Tidak jelas, namun... Aneh. Kejanggalan. Dia, secara langsung, tegas mengungkapkan isi otaknya. Dia katakan sejujurnya, dan aku yang mau meninggalkan itu tak bisa berbuat apa-apa. Tanganku tetap terhipnotis utuk menulis. Mulutku seperti di lem. Badanku seperti batu, tak dapat bergerak. Hanya telingaku yang mendengar atas perbincangan mereka. Sungguh aneh... Janggal. Lalu datang lagi banyak orang. Namun, semakin banyak, mejaku semakin menjauh. Menjauh. Pandanganku kembali putih. Semakin putih. Nihil. Kosong melompong. Aku pun akhirnya bisa berdiri. Sesaat setelah aku berdiri, maja, bangku dan segala isinya mulai menghilang. Memudar. Dan hilang. Tinggala aku sendiri di ruangan putih itu. Terdiam. Sepi. Dan seperti kabut. Pandanganku semakin kabur. Semakin hitam... Dan tiba-tiba aku membuka mata. Namun, ini semua hanya mimpi. Aku pun hanya membuka mata di alam mimpi. Namun semua terasa mirip! Sama seperti kamarku! Berantakan, penuh dengan buku pelajaran, kertas-kertas dan kartu yang berserakan.
Aku pun turun ke bawah. Menuju meja makan namun... Semua yang ada di meja makan... Hilang. Hanya tersisa mejanya saja. Aneh. Gilakah aku? Beberapa detik kemudian, aku mulai berjalan ke luar rumah. Tak sadar, aku sudah memakai baju seragam. Sinting... Lalu saat aku maju lagi dan mengedipkan kedua mataku, aku terasa sedang duduk di pojok ruangan kelas. Sama seperti biasanya. Namun, kelas terasa kosong. Hanya ada aku dan satu orang yang tidak aku kenal. Tidak jelas kelihatannya orang itu. Dia seperti aku. mengenakan baju seragam yang sama, dan tinggi yang bila di perkirakan sama, dan hanya berbeda di rambutnya saja. Mungkin rabbutku seperti orang yang habis terkena kerusuhan, namun dia sangat rapi.
Tak berapa lama aku menunggu sambil memperhatikan orang itu yang sedang duduk, tegap, sambil menatap lurus ke depan. Seseorang kembali masuk ke dalam kelas. Dia... Aku sepertinya mengenalnya. Mulutku terasa ingin bicara sesuatu, namun tak sampai keluar. Dia... Memakai baju kuning, dengan rok abu-abu kalau tidak salah. rambut sepanjang bahu. Mungkin lebih panjang sedikit. Dia... Berkacamata, tak terlalu tinggi dan tak terlalu pendek menurutku. Sekitar leherku lah tingginya. Dan dia seperti orang kebingungan. Menengok ke kiri dan ke kanan. Seraya aku melihat orang yang baru masuk, Orang yang mirip denganku juga menengoknya. Bingung tujuh keliling...
Dia seperti orang yang aku kenal. Ya, dia yang baru masuk itu. Dia duduk di bangku bagian tengah. Aku terasa mengingat seseorang, namun... Apa benar? Tiba-tiba saja tubuhku berdiri. Sebuah kalimat ingin keluar dari mulutku.
"Kamu ..."
Namun kata itu di potong oleh teriakan panjang nan nyaring!
"OOoooooyyy!!!"
A..apa yang terjadi kali ini?!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar